Kembaran Raja

Pada tanggal 28 juli 1900, Raja Umberto I dari Italia dan Ajudannya Jenderal Emilio Ponzio-Vagla tiba di kota Monza, beberapa mil dari kota Milan. Hari berikutnya raja diharapkan menyerahkan hadiah dalam pertandingan atletik. Malam harinya dia dan ajudannya mengunjungi sebuah restoran kecil untuk makan malam.

Ketika pemilik restoran mencatat pesanan , raja memperhatikan bhwa dia dan pemilik restoran itu praktis seperti orang kembar, dalam wajah dan perawakan. Dia memperhatikan hal itu, dan ketika kedua laki-laki itu melakukan pembicaraan tambahan, hasilnya membuat keduanya tercengang.

Kedua laki-laki itu lahir pada tanggal, bulan dan tahun yang sama (14 maret 1844) dikota yang sama, dan keduanya diberi nama Umberto. Keduanya menikah pada tanggal 22 April 1968, istri masing-masing bernama Margaretha. Anak laki-laki keduanya diberi nama Vittorio. Dan pada hari penobatan Umberto sebagai raja, umberto yg lainnya membukaa restoran.

Raja amat terkejut dengan serba kebetulan ini dan bertanya kepada pemilik restoran bagaimana mungkin mereka berdua belum pernah bertemu sebelumnya ? sebenarnya, kata Umberto pemilik restoran kepadanya, mereka pernah bersama diberi tanda kehormatan atas keberanian pada 2 peristiwa, pertama kali di tahun 1866, ketika Umberto sebagai serdadu dan raja seorang kolonel, serta kedua kali di tahun 1870, ketika keduanya dipromosikan, menjadi sersan an komandan korps.

Dengan keterangan ini pemilik restoran kembali ke tugasnya, dan raja kembaali ke ajudannya,”Aku bermaksud untuk mengangkat orang itu sebagai Pembantu Raja Italia besok, jangan lupa mengundangnya pada pertemuan besok.”

Hari berikutnya, memenuhi ucapannya, raja memerintahkan untuk menjemput kembarannya, tetapi mendapati berita bahwa orang tersebut telah meninggal hari itu dalam kecelakaan penembakan. Amat terkejut, raja meminta ajudannya untuk menanyakan kapan acaara penguburannya sehingga ia dapat hadir. Pada saat itu terdengar letusan senjata 3 kali, dilepaskan oleh seorang pembunuh. Tembakan pertama tidak mengenai raja, tetapi tembakan kedua menerjang raja dan raja tewas seketika.

(Ripley’s Ghost Stories and Plays, pp.30-33)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: